Terkata Perempuan

big pathway being Indonesian Representative is being a nutritionist~ -niksal

“Apa-apa yang disiapkan.
Apa-apa yang dinantikan.
Kejutan Hidup itu menenangkan.
Ada yang lebih Kuasa. Kami lega.”

– Unsorted names

IbuBapak

Day by day, aku ini makin sayang sama Ibu dan Bapak. Biarpun aku banyak salah, tapi kalian berdua ini tetap jadi teman yang paling baik. Hentakan yang menyadarkan, tepukan bahu yang kuat. Ah betapa aku sayang kalian. More than all of people around this world. Setiap pesan, kadang aku kesulitan mengingat satu per satu. Tapi hari ku ini bisa hancur bila tak ingat diantaranya. Ibu dan Bapak, semoga suatu saat Allah balas dengan yang lebih indah. Jauh lebih indah. Mendidik ku bukanlah pekerjaan yang mudah. Mendampingi laku ku bukanlah jalan yang ringan. Ibu dan Bapak, always in mine.
Berjuang untuk bermanfaat pesan kalian yang sedang ku jejali. Benar saja, doa kalian begitu deras teriring. Allah balas mereka dengan sebaik-baiknya balasan yang Kau miliki. Amiiiin Yaa Robb.

Tidak ada

Sesuatu apapun yang bersemi dalam pikiran, semu. Hantu datang mengejutkan, malaikat datang menentramkan. Kehidupan. Iya. Tak banyak orang yang paham ini, ironisnya terjadi pada saat mereka masih hidup. Sarkas. Bila terlalu banyak bualan tentang kebahagiaan. Aku lah yang laling mendukung. Di sana aku berdiri. Kalau tidak bahagia aku tidak akan berdiri, mungkin hanya tiduran seharian dan membuang banyak hal. Untuk bisa berada diposisi itu, iya berdiri. Cukuplah mudah. Mengerti dengan apa yang diharuskan memang tak selamanya membawa pada sebuah ketaatan. Hidup di sini di sana. Ah, andai kau tahu berapa lama aku telah berdiri menunggu yang ku tunggu. Terimakasih, mungkin setidaknya kau pernah berdoa untuk ku sekali. Cukup sekali saja. Menghiasi bunga-bunga membangun ceria…. Ahya lirik itu belum kulihat nyata. Membahagiakan mu dalam jarak jauh bukan hal yang mudah. Kau tak perlu tahu, tapi kau perlu percaya akan eksistensi ku yang satu bumi dengan mu. Kelanjutan yang nihil progres, membawaku pada sebuah persimpangan besar. Kabar besar hadir melingkupi perjalanan ku ini. Apa itu benar?

…..
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga di kala
Ku sendiri..🎤


*taro gitar*

– AADC

Teman Berpikir

Bagaimana pun aku membutuhkan teman berpikir. Aku paham saat mereka lupa bahwa aku juga manusia. Bila memang pada akhirnya harus sendiri. Maka, dampingilah Hamba Kesayangan Mu ini wahai Robb ku.

Adore

See u later on. Once a while your greedyness are so loveable for me. Let see! How long it would be :)

Menolak Takdir

Kita bukan penduduk asli bumi.
Kita berasal dari surga.
Kita di sini hanya untuk ujian dan setelah itu kembali.
Kita hanya sama pada hal-hal yang besar.
Pada hal-hal kecil?
Kita unik.
Kita berusaha menyamakan “hal kecil”?
Sampai habis waktu ujian, kamu akan selalu dalam proses persiapan.
Dan ingat, pasti ada yang kamu seret utk bodoh seperti itu.
Cukup melengkapi keunikan, jangan sombong kamu hanya unik dalam salah satu hal kecil.
Tolong ingat pesan ini.

“Aku mencintaimu karena Allah membuat hatiku demikian, jika kamu menyuruhku untuk mengubahnya. Maka, jangan katakan padaku. Aku tidak bisa.”

kurniawangunadi

(via kurniawangunadi)

Aeee matee. *Nampak salah buka timeline tumblr* *betah*😂